Di zaman sekarang ini biaya hidup semakin mahal. bahan bahan pokok sepeti makanan pun harnganya melambung tinggi. oleh karena itu kemampuan warga miskin di indonesia untuk memenuhi kadar gizi untuk makanan mereka sangatlah kurang. harga daging sapi sangatlah mahal, bahkan harga daging ayam pun melambung tinggi. 



Namun hal ini dapat di atasi, maksutku untuk memenuhi gizi masyarakat menengah ke bawah.sebagai ganti dari daging ayam atau daging sapi kita bisa melengkapi kebutuhan gizi kita dengan ikan. ikan laut atau pun ikan sungai. salah satunya adalah ikan lele.
disini saya akan membahas sedikit tentang budidaya lele. ikan lele sangat di gemari oleh kalangan menengah ke bawah. selain harganya murah, gizinya pun tidak klah dg daging. harganya sangat terjangakau. sekarang ini harga lele per kilonya mncapai skitar 14 000. 
Dalam budidaya lele hal yang kita butuhkan adalah ketekunan dan kesabaran. dengan modal utama itu insya allah kita akan berhasil. langkah langakah dalam budidaya lele:
  1. Pembenihan Lele.
    Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara
    mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele. 
  2. Sistem Budidaya.
    Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu:
  •  Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya. 
  • Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
  • Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
  • Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele. 

 3.   Tahap Proses Budidaya.
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
  1. Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
  2. Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
  3. Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
  4. Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
B. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
  • tulang kepala berbentuk pipih
  • warna lebih gelap
  • gerakannya lebih lincah
  • perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
  • alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
  • tulang kepala berbentuk cembung
  • warna badan lebih cerah
  • gerakan lamban
  • perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat